buku tamu

SILAHKAN isi komentar, kritik dan saran di bawah:

7 responses

28 02 2008
fauzan

mangga, diantos kritik sareng saran na di http://www.sgd.web.id, nuhun

11 07 2008
ressay

salam kenal.

11 09 2008
reekoheek

salam kenal🙂

27 07 2010
elfizon anwar

DAHSYATNYA AKIBAT JANJI DAN SUMPAH

Bicara janji dan sumpah, memang mudah kita ucapkan. Tetapi, nyatanya kita ‘sangat’ sukar, sulit dan berat untuk memenuhi, memelihara dan melaksanakan janji dan terlebih lagi sumpah. Katakanlah, apabila kita ingin memenuhi harapan, cita-cita atau pekerjaan tertentu, terkadang kita terlalu mudah mengumbar janji dan bahkan tidak berat pula dikukuhkannya dengan ‘sumpah’. Bagi kita yang Muslim, jelaslah kita gunakan kalimat ‘Demi Allah’ dsb. Celakanya, dalam melaksankan sumpah ini ada pula yang menggunakan atau menambah dengan kalimat lain, seperti kalimat ‘Demi Bangsa’ atau ‘Demi Tanah Air’ atau ‘Demi Pengabdian’ atau ‘Demi Rasul’ dsb.

Umumnya, wujud janji dan sumpah ini sering terjadi di lingkungan kita adalah pada saat kita akan jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), atau pejabat di lingkungan PNS atau Pejabat Negara seperti sang presiden, anggota DPR/MPR dsb. Dan, ada juga disaat kita sedang dihadapan pengadilan yakni kita menjadi saksi atau lainnya. Nyatanya, mereka yang terpilih atau mereka yang harus menjadi saksi tersebut, memang harus mengucapkan JANJI atau SUMPAH, untuk meyakinkan pihak lain. Khususnya, bagi orang-orang yang beragama Islam, setiap awal pengucapan janji atau sumpah tersebut, ‘pasti-lah’ terlebih dahulu mengucapkan kalimat: “Demi Allah”. Dengan adanya kalimat yang kita ucapkan inilah (Demi Allah) maka kita yang dipercaya baik sebagai pejabat atau saksi kelak akan dimintai pertanggungjawabannya dihadapan Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Kuasa, Allah SWT.

Lalu, tahukah kita khususnya kaum Muslimin ‘dahsyat’-nya akibat daripada pengucapan janji dan sumpah tersebut:

“Sesungguhnya orang-orang yang menukar JANJI (nya dengan) Allah dan SUMPAH-SUMPAH mereka dengan HARGA YANG SEDIKIT, mereka itu tidak (akan) mendapat bahagian (PAHALA) di akhirat, dan ALLAH: (1) tidak akan berkata-kata dengan mereka; (2) tidak akan melihat mereka pada hari kiamat, dan tidak (pula) akan MENSUCI-kan mereka. Bagi mereka AZAB YANG PEDIH” (QS. 3:77).

Apabila kita telah melakukan pelanggaran atas JANJI dan SUMPAH tersebut, lalu bagaimana SOLUSI dari ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW?. Tidak lain kita perlu merujuk pada Al Quran itu sendiri sbb.:

“Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah, misalnya karena terpaksa atau dipaksa), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan SUMPAH-SUMPAH yang kamu SENGAJA (misalnya karena iangin memperoleh sesuatu harta, jabatan atau wanita dsb.), maka KAFFARAT (melanggar) SUMPAH itu, ialah: (1) -memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau (2) -memberi pakaian kepada mereka, (dan) atau (3) -memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka KAFFARAT-nya (4) ‘puasa selama tiga hari’ (angka 1-4 atas setiap satu pelanggaran janji dan sumpah kita). Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan JAGA-lah SUMPAH-mu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya)” (QS. 5:89).

Dalam hal pelaksanaanya, seyogianya kita lakukan dengan maksud untuk membayar kaffarat dan dengan niat ‘LILLAHI TA’ALA’ atau semata karena ALLAH SWT.

Semoga negeri kita yang didirikan atas dasar ‘BERKAT RAHMAT ALLAH TUHAN YANG MAHA KUASA’ ini dapat dipimpin oleh para pejabat-pejabat atau khalifah-khalifah yang mampu menjaga dan memelihara JANJI dan SUMPAH yang mereka ucapkan sendiri. Janji dan sumpah yang telah mereka ucapkan ini, merupakan AMANAH yang mereka buat sendiri dihadapan rakyat dan umatnya, terlebih lagi dihadapan Tuhan Yang Maha Mengetahui, ALLAH SWT.

“Tiada suatu ucapan yang diucapkan (atau dituliskan)-nya melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (QS. 50:18).

Semoga Allah SWT mengampuni dosa kita.

5 02 2011
laila

Assalamu’alaikum……!!
Saya mau tanya mengenai unisba,, apakah ada beasiswa masuk unisba di fakultas kedokteran??? jika ada, apa saja syaratnya?? trimakasih. Wassalam.

24 07 2011
Ahmad sanusi(uci)

Bang: zakat hub dg ukhuwah islamiyah

28 08 2012
herman

bolehkah kita berjanji pake “demi Rosulloh” katanya hanya boleh janji demi Alloh saja ga boleh janji demi yg lain..hanya Alloh yg boleh janji sm yg lain misal demi buah tin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: