”Hanya Pembuktian Melalui Karya Nyata yang Betul-betul yang Dapat Dinilai Publik”

27 05 2008

Kesuksesan dan kemajuan biasanya memang diukur dari banyaknya keuntungan yang didapat. Tapi justru beda dengan PT.FIF (Federal International Finance), yang pada tanggal 1 Mei 2008 ini merayakan ulang tahun ke 19. Bagi PT.FIF, seperti dituturkan Tirta Setiadharma, yang kini menjabat Corporate Secretary & Communication PT.FIF Jakarta, bahwa kesuksesan dan kemajuan sangat bernilai bila diiringi dengan kepedulian terhadap masyarakat yang kurang beruntung atau dhuafa. Itu sebabnya, PT.FIF memberikan bantuan pendidikan, ekonomi, dan keterampilan hidup lainnya bagi masyarakat dhuafa. Ya tentu ini bentuk pertanggungjawaban sosial PT.FIF terhadap masyarakat Indonesia.

Untuk mengetahui bagaimana kiprah PT.FIF dalam melaksanakan program-program sosial dan pendidikannya di masyarakat, maka pada Jumat, 18 April 2008, di Gedung AMDI-B, Jalan Gaya Motor Raya No.8 Sunter II, Jakarta, AHMAD SAHIDIN dari Majalah Swadaya mewawancarai TIRTA SETIADHARMA. Berikut ini kutipannya:

Bisa diceritakan profil singkat PT.FIF dan kiprahnya dalam kepedulian sosial?
PT.FIF (PT.Federal International Finance) ini tanggal 1 Mei 2008 ulang tahun yang ke 19. Selain bisnis, ada juga kegiatan responsibility karena mengacu pada Catur Dharma Astra, yaitu bermanfaat bagi bangsa dan negara. Ini yang penting dan dijabarkan seluruh Astra Group seperti kepedulian terhadap lingkungan, kepedulian sosial di masing-masing tempat di mana kantor FIF atau Astra Group berada. Jadi sebagai pertanggungjawaban sosial dari perusahaan, FIF tahun terakhir ini fokus pada pendidikan. Jadi dana yang telah dibuat disetujui pimpinan untuk alokasi dunia pendidikan, dann ada juga bidang-bidang yang lain seperti kegiatan donor darah, pelayanan kesehatan. Kita banyak kegiatannya. Hanya untuk yang sampai skala nasional yang keseluruhan, misalnya penghijauan hutan, belum dilakukan. Tetapi penanaman pohon di beberapa tempat, itu sudah dilakukan.

Nah, itu hal-hal yang terkait dengan responsibility. FIF sejak 1Mei 2008 ini sudah punya cabang 103 di seluruh Indonesia dengan jumlah karyawan sekitar 11 ribu. Bisnisnya sampai saat ini tetap sehat. Jatuh bangunnya ada, tapi boleh dibilang FIF ini sehatlah, bisa dilihat dari laporan keuangannya secara resmi dan investor banyak melihat tentang investasi untuk FIF. PT.FIF ini sudah menerbitkan obligasi ke 8, di tahun ini, tanggal 1 April.

Mengapa PT.FIF tertarik untuk fokus pada pendidikan?
Mengapa berorientasi kita pada pendidikan adalah kan pendidikan itu bermanfaat bagi bangsa dan negara. Nah, jadi difokuskan pada pendidikan karena dari pendidikan dasar itu sebenarnya modal utama untuk kehidupan orang, terutama pendidikan tingkat SD, SMP, dan SMA. Jadi, mengapa pendidikan? Ya karena kami menganggap itu merupakan suatu fundamental, yang menjadi dasar seseorang untuk bisa melangsungkan perjalanan hidupnya. Alasan lainnya, karena dari Astra Group memang yang ditekankan adalah pendidikan. Ada juga yang menterjemahkan itu dalam bentuk yang lain. Misalnya ke perpustakaan, ke penyediaan buku pendidikan, tapi kalau FIF ini ke beasiswa dan renovasi sekolah.

Hal apa saja yang telah dilakukan PT.FIF dengan pendidikan, terutama beasiswa dan pembangunan fisik atau renovasi sekolah?
Sejak setahun terakhir, FIF dengan 103 cabang di seluruh Indonesia dan sekitar 11 ribu karyawan ini, mulai concern terhadap dunia pendidikan. Tahun 2007 telah digulirkan beasiswa 217 siswa SD, 103 siswa SMP, 285 siswa SMA, 5 mahasiswa, dan 12 guru. Selain itu, pembangunan fisik sekolah juga tidak luput dari perhatian. Pada 2007, program renovasi sekolah meliputi 40 ruang kelas dan perpustakaan, kemudian 100 set meja dan kursi siswa dan 5 set meja guru. Juga tidak ketinggalan, bantuan alat tulis sekolah berupa 11 ribu buku tulis dan 900 tas sekolah.

Untuk renovasi, konsepnya kita hanya bangun yang rusak saja. Dalam konsep belajar mengajar kan ada kelas. Nah di mana ada kelas yang tidak memenuhi syarat, disitulah FIF mau bantu. Walaupun yang dibantu baru satu kelas, dua kelas, tetapi setelah itu kelasnya bisa berjalan. Intinya adalah bantuan itu betul-betul berguna dan kebutuhannya betul-betul terpenuhi.

Bagaimana program pendidikan itu bisa terlaksana?

Kami bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT). Kerjasama ini awalnya dibangun 2005-2004, ketika FIF sudah mulai masuk ke syariah. Keputusan menejemen memilih DT untuk bekerjasama dari mulai beasiswa, kesehatan, sampai terakhir di Tasikmalaya itu tabligh akbar. Di Jakarta kami memberikan beasiswa dan kebetulan ada di DPU DT. Ya kita pakai institusi yang sudah jelas. Mudah-mudahan kita berharap, sampai nanti kita tetap kerjasama, dan eksistensinya tetap.

Mengapa tertarik bekerjasama dengan DPU DT?
Pertama dari historis. Sudah dibuktikan organisasinya, orang-orangnya, jaringannya, di Jawa Barat cukup memegang peranan. Kedua, memang menejemen pengelolanaya kami anggap cukup terorganisir dengan baik. Artinya, kami bisa mempertangungjawabkan di buku ini (annual report PT.FIF 2007—red). Pada waktu kami laporkan, ini bisa dipertanggungjawabkan. Karena itu kami kerjasama dengan DPU DT.

Apa harapan PT.FIF terhadap pemberian dana pendidikan untuk anak-anak dhuafa atau kurang mampu?
Kembali kepada harapan di awal, FIF sudah menjadi bagian dari masyarakat, karena itu di lingkungan setempat harus bisa dirasakan. Dirasakan dalam hal pertama, mungkin karena ada bisnis, mudah mendapatkan sepeda motornya secara kredit. Publik harus mengetahui FIF ternyata memang betul-betul concern terhadap lingkungan dan pendidikan. Artinya, berarti keberadaan FIF betul-betul dirasakan ada manfaatnya, terutama dalam pendidikan.

Kesan apa yang dirasakan saat melakukan kemitraan dengan DPU DT?
Sepengatahuan saya masih tetap bisa berjalan sesuai dnegan yang kita harapkan. Tetapi kita juga berharap ke depan, apapun bentuknya, betul-betul kata kuncinya kita bisa mempertanggungjawabkan. Jadi saya bisa mempertanggunjawabkan sebatas menejemen dan publik, dengan kerjasama dengan instansi terkait.

Ketika terjadi pemberitaan terhadap Aa Gym berkaitan dengan pribadinya, yang notabene pendiri dan pembina DPU DT, apakah tidak khawatir citra PT.FIF menurun di masyarakat, terutama bisnisnya?
Waktu dapat info menejemen kaget. Kegetnya, wah kita gimana ya? Artinya, selama ini kita selalu mengkampanyekan bahwa pendidikan, mental maupun spiritual kita percaya dan kita kerjasama sangat baik. Lalu bagaimana ya kita menyikapi berita itu. Nah akhirnya kita, menejemen memutuskan tetap relasi harus dijaga. Apapun berita-berita itu, tetap relasi harus dijaga. Terserah bentuk relasinya bagaimana. Relasi kita tetap jaga. Kita berharap benar, baik yang di Jakarta, Bandung, atau Tasikmalaya, itu bukan karena tokoh yang bersangkutan, tetapi karena adanya menejemen yang bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi ini masalah uang. Sampai sekarang masih bisa dipertanggungjawabkan.

Kalau ke depannya, program apa yang akan dikerjasamakan selain pendidikan?

Pendidikan tetap harus berjalan di Jawa Barat. Kalau DPU DT berkembang dan itu terkait dengan pendidikan, silahkan. Kalau rumah ibadah, bisa juga kerjasama. Untuk hal-hal yang terkait dengan kesehatan, kita akan memberikan ambulan pada DPU DT.

Kalau bidang pemberdayaan masyarakat kecil, sudah dilakukan?
Ya di kami disebutnya Astra Friendly Company, yang di dalamnya ada yang tugasnya bagaimana mendidik dan membangun, merawat institusi usaha kecil yang nmengahsilkan pendapatan sendiri. Bentuknya pelatihan mekanik bagi pemuda lulusan STM, pengembangan usaha mesin jahit bagi yayasan anak yatim. Bentuknya, kita sumbang mesin jahit kepada yayasan. Bantuan pengusaha tempe. Di Makasar ada cuci motor, tambal ban. Kita justru lagi ke arah itu. Kebijakan dari Astra menggalakkan bidang-bidang, agar keberadaan FIF atau Astra Group benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sekarang ini tantangan yang dihadapi PT.FIF dalam dunia bisnis apa?
Banyak pemain dengan kelas yang beragam. Ada lima besar yang boleh dikatakan cukup handal. Biarlah berjalan. Dengan jumlah karyawan, dengan jumlah cabang, dengan jumlah sistem seperti itu, biarlah FIF itu bisa menjadi lebih gesit. Secara umum dengan perusahaan yang lain, level-level pimpinan dengan kompetitor kita relasinya terjalin. Di lapangan kita menjaga siapa yang terbaik, itu yang menjadi pilihan. Kata kuncinya seperti itu. Jadi kita berusaha yang terbaik. Pilihannya jatuh pada konsumen.

Adakah pesan PT.FIF untuk penerima bantuan dana pendidikan dan bidang lainnya?
Yang kita mau adalah awalnya ini merupakan responbility sosial dari PT.FIF. Bagi yang merasakan ada nilai tambahnya, bersyukurlah. FIF hanya sebagai perantara. Sudah tentu dalam institusi kita berharap kedekatan kita dari sisi bisnis maupun karyawan terasa lebih dekat. Bagi yang menerima beasiswa, manfaatkanlah besaiswa itu. Sekolah yang benar, supaya bisa menghasilkan kehidupan yang lebih baik ke depannya.

Terakhir, adakah pesan buat DPU DT?
Dengan DT secara coorporate maupun sampai lini bisnisnya, organisasinya, kita berharap teruslah kerjasama. Hanya pembuktian melalui karya nyata yang betul-betul yang dapat dinilai publik. Pendapat pribadi saya, nama itu sudah ada di publik. Hanya karya yang bermanfat itu yang membuktikan. Apalagi yang bergerak di bidang sosial, tidak selalu mengadakan penyuluhan, seminar, tapi karya nyatalah yang lebih penting. Galakkan kegiatan di seluruh Indonesia. Pesan kita, marilah kita mempertanggungjawabkan satu nilai tersebut secara organisasi, menejemen maupun secara publik, apalagi pada di atas (Tuhan).


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: