Prof. Dr. Hj.Marwah Daud Ibrahim, Ph.D: “Tidak hanya harta, bahkan waktu, jiwa, pikiran, dan dirinya pun beliau korbankan demi tegaknya Islam”

16 04 2008

Kelahiran Nabi Muhammad SAW membawa perubahan dan perkembangan yang lebih baik di masyarakat Arab yang sebelumnya dikenal jahiliyah. Hingga kini, jejak peninggalan kejayaan umat Islam masa Rasulullah SAW itu tercatat dalam sejarah sebagai masa yang ideal. Dan itu tidak terlepas dari peranan Rasulullah SAW, terutama dalam kepeduliannya untuk memberdayakan umat Islam.

Untuk mengetahui sosok Rasulullah SAW dan menggali perkembangan pemberdayaan umat Islam, Ahmad Sahidin dari Majalah Swadaya mewawancarai seorang intelektual muslimah, Prof.Dr.Marwah Daud Ibrahim, Ph.D, beberapa waktu lalu di Pesantren Daarut Tauhiid, Bandung. Berikut ini kutipannya:

Apa komentar Bunda tentang sosok Rasulullah SAW?

Seorang sosok teladan. Sempurna. Beliau bisa diteladani dari berbagai sisi. Sisi kemanusiaannya, sisi sosialnya, sisi politiknya, sisi ibadahnya. Seperti yang dikatakan Michael Heart, penulis buku terkenal tentang 100 tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah peradaban dunia, bahwa Rasulullah SAW itu orang yang paling berpengaruh di dunia.

Bahkan pelatihan MHMMD (Merancang Hidup Menuju Masa Depan) yang saya lakukan secara berkeliling, merupakan dalam rangka meneladani sosok Nabi Muhammad Rasulullah SAW.

Bagaimana aspek kedermawanan Rasulullah SAW dalam masa hidupnya?
Tidak ada yang mengalahkan. Beliau sosok yang kaya. Dari sejarah kita tahu bahwa Rasulullah SAW membayar mahar dengan sekian unta dan emas ketika menikah. Harta-harta yang dimilikinya hampir semua beliau sedekahkan untuk kepentingan dakwah Islam. Bahkan harta istri pertamanya, Khadijah, pun lebih banyak digunakan di jalan Allah. Tidak hanya harta, bahkan waktu, jiwa, pikiran, dan dirinya pun beliau korbankan demi tegaknya Islam. Itu bentuk kedermawanan Rasulullah SAW.
Karena itu, kita yang hidup di masa sekarang ini, harus sudah membiasakan diri untuk mencoba seperti Rasulullah SAW, baik itu sisi ibadah maupun kedermawanannya. Mari kita contoh.

Seperti apa bentuk pemberdayaan yang dilakukan Rasulullah SAW terhadap umat Islam?

Bentuk pemberdayaannya bisa dilihat dari hasil kerja yang dilakukan Rasulullah SAW. Kita lihat pengaruhnya terhadap para sahabat-sahabatnya yang tidak banyak di awal dakwah Rasulullah SAW. Didikan atau kepemimpinan Rasulullah SAW terhadap sahabat-sahabatnya terlihat dari dampak dakwahnya, yang meluas hingga seluruh penjuru dunia. Bahkan sampai saat ini.

Rasulullah SAW dalam melakukan dakwah yang memberdayakan umatnya itu dimulai dari dirinya, keluarga, lingkungannya, hingga masyarakat luas. Intinya, bentuk pemberdayaan Rasulullah SAW itu konsepnya ilahiah, qur`ani dan melibatkan peran serta umat Islam. Yang kemudian itu direalisasikan bersama umat Islam, hingga kini terbukti kebenaran ajaran yang dibawanya itu.

Bagaimana cara Rasulullah SAW membangun peningkatan taraf ekonomi umat pada waktu itu?
Kalau kita lihat sisi sahabat-sahabatnya banyak yang melakukan aktivitas ekonomi. Hal itu merupakan anjuran dari Rasulullah SAW untuk tidak menggantungkan hidup pada orang lain. Hal itu terbukti saat hijrah. Sahabat Abdurahman bin Auf setibanya di Madinah berdagang. Begitu juga sahabat-sahabat lainnya. Rasululllah SAW sendiri kan pada masa sebelum menjadi nabi, berprofesi sebagai pedagang, bahkan bertani dan berternak. Dalam sejarah, Rasulullah SAW disebutkan melakukan ekspor-impor hingga ke luar negeri. Itu bentuknya, yaitu dengan berdagang atau wirausaha.

Komentar Bunda tentang munculnya orang yang mengaku-ngaku sebagai Nabi terakhir di negeri kita ini?
Bagi saya Muhammad itu Nabi dan Rasul terakhir. Munculnya masalah itu merupakan tantangan pada kita, terutama bagi mereka yang mendakwahkan Islam sebagai ajaran yang menyelamatkan dunia dan akhirat. Itulah tantangan kita. Yakni bagaimana kita bisa menyampaikan ajaran Islam yang benar kepada masyarakat.

Kita kembali ke pemberdayaan. Menurut Bunda, bagaimana perkembangan lembaga zakat atau instansi Islam yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat di Indonesia?
Saya gembira melihat bergeraknya lembaga zakat, pesantren-pesantren yang bergerak dalam pemberdayaan yang kini makin tampak. Bahkan pemerintah pun saya lihat sudah mulai mendorong ke arah pemberdayaan masyarakat.

Jadi jika saya lihat sebagai perbandingan, di era pemerintahan Soekarno pemberdayaan secara politik. Masa Soeharto kan bentuk pemberdayaannya pada ekonomi yang cukup pesat. Begitu juga masa setelahnya pada peningkatan ilmu dan teknologi. Namun pada masa sekarang ini, yang dibutuhkan adalah pemberdayaan yang berangkat dari sisi sosial budaya dan keadilan. Yang tidak bisa sekolah harus bisa sekolah. Yang tidak bekerja dibantu untuk bisa bekerja, berdaya atau produktif dalam hidupnya.

Jadi, era pemberdayaan yang produktif dan solutif yang sedang diperlukan masyarakat sekarang ini?
Ya memang seperti itu. ICMI (Ikatan Cendekiawahn Muslim) pun sedang berupaya untuk melangkah ke arah itu. Kami bersama mitra kerja sedang berproses membantu masyarakat agar berdaya dan produktif dengan mengembangkan pemberdayaan produk lokal di masyarakat. Cuma butuh waktu dan kemauan yang kuat. Dan hal itu yang harus dipacu kepada masyarakat agar berdaya.

ICMI juga membuat program-program pemberdayaan yang melibatkan masyarakat daerah atau pedesaan. Alhamdulillah upaya ini disambut oleh masyarakat di daerah-daerah yang kita jadikan sebagai tempat terlaksananya program pemberdayaan tersebut. Dan kita sudah melakukannya di Garut, Natuna, Cianjur, Gorontola, dan Sulawesi Selatan.

Mengapa Bunda memlih desa-desa sebagai basis pemberdayaan?
Menurut saya, desa-desa itu bila diangkat produk unggulannya bisa bangkit. Saya percaya bahwa keberhasilan program pemberdayaan itu berasal dari bawah. Dengan membuat program di desa, seperti budidaya di desa menggunakan sarana atau peralatan modern dan di dukung jaringan marketingnya, pasti desa-desa bisa membangkitkan perekonomian bangsa Indonesia menjadi lebih baik.

Bagaimana komentar Bunda tentang kiprah pengentasan kemiskinan dalam bentuk program pemberdayaan yang dilakukan lembaga-lembaga amil zakat?

Saya lihat banyak yang sudah bagus dan bekerja dengan cukup optimal. Terutama semenjak adanya undang-undang zakat yang dikeluarkan masa Presiden B.J.Habibi. Dengan itu zakat di Indonesia diupayakan agar dikelola secara profesional dan maksimal. Di Daarut Tauhiid ada Lembaga Amil Zakat Nasional Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU DT) yang memang harus terus digalakkan dan dikembangkan lebih jauh. Kalau bisa seperti Tabung Haji yang digalakkan di negeri tetangga kita. Masyarakat coba diajak untuk menyimpan dana keberangkatannya dalam bentuk investasi sebuah usaha. Kemudian keuntungannya ketika sudah mencukupi, baru dipakai buat haji. Atau kita kembangkan ekonomi syariah berupa Baitul Mal Wa Tanwil (BMT) sebagai basis keuangan dan dana modal untuk membuat usaha-usaha umat. Dengan ini, insya Allah kehidupan ekonomi umat Islam bisa bangkit.

Apa tantangan lembaga amil zakat, BMT atau ICMI dalam mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan umat di masa depan?

Saya kira masalahnya pada potensi sumber daya manusia (SDM). Di kita, SDM harus dioptimalkan. Saya optimis karena banyak mitra kerja yang pasti membantu kerja-kerja kita. Dan yang harus membantu itu pemerintah. Karena pemerintah mempunyai kewajiban untuk mengangkat derajat dan mensejahterahkan rakyatnya. Intinya, bagaimana pemerintah harus mengupayakan untuk berpihak pada rakyat yang lemah. Nah, ini yang harusnya kita upayakan untuk disuarakan pada pemerintah biar rakyat bisa berdaya.

Ada pesan buat masyarakat?
Yakin dan resapi makna bismillahirrohmanirrohim. Percaya bahwa Allah Yang Maha pengasih, Maha penyayang. Allah yang memberikan kemurahan pada kita kalau kita berusaha sebaik-baiknya. Besar dan kecilnya rezeki yang kita terima ditentukan kerja keras, usaha, ketekunan dan langkah yang kita lakukan. Insya Allah, bila itu yang dilakukan, Allah pasti memberi kemudahan pada kita.

biodata

NAMA
Marwah Daud Ibrahim

LAHIR
Soppeng, 8 Nopember 1956

SUAMI
Ibrahim Tadju

ANAK
Dian Furqani Ibrahim, Akmal Firdaus Ibrahim dan Bardan Raihan Ibrahim

PENDIDIKAN
– SMP Negeri Pacongkang 1970
– SPG Negeri Soppeng dan SPG Negeri I Ujung Pandang 1973
– Sarjana Fakultas Ilmu Sosial Politik Jurusan Komunikasi Universitas Hasanudin (1981)
– Master Komunikasi Internasional American University, Washington DC, Amerika Serikat (1982)
– Doktor Komunikasi Internasional American University, Washington DC, Amerika Serikat (1989)

AKTIVITAS
– Ketua Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat
– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) 2004-2009


Aksi

Information

3 responses

16 04 2008
levi

Yth, pak ahmad…
saya tertarik dengan wawancara dengan Ibu Marwah yang bapak tulis. kalau boleh, saya minta no kontak Ibu Marwah, karena saya juga ingin mewawancara beliau. saya tunggu… terima kasih

23 02 2009
ikhwan

saya jg boleh minta no kontak beliau pak?untuk keperluan serupa
boleh kah saya meminta jwbn via japri?
trims atas kabar baiknya
wassalam

22 12 2010
laelatul Maslahah

assalamu’alaikum…. maaf kalo boleh sy minta no kontak beliau ibunda Marwah Daud Ibrahim dan mungkin alamat beliau…. terimakasih sebelumnya
wassalamu’alaikum wr wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: