MEMBINCANG METODOLOGI AYATULLAH MURTADHA MUTHAHHARI: Sebuah Uraian Pengantar

9 06 2008

Oleh HAIDAR BAGIR

Pengantar
Selama ini banyak orang barangkali mengenal Muthahhari sebagai seorang penulis produktif yang menulis puluhan buku mengenai hampir semua hal. Paling banter orang akan menganggapnya sebagai seorang ulama yang cerdas dan berwawasan luas, termasuk mengenai pemikiran-pemikiran Barat. Tapi, begitu banyak dan bervariasinya tulisan Muthahhari di sisi lain dapat menimbulkan kesan bahwa Muthahhari adalah seorang generalis yang tak memiliki agenda dan perspektif jelas dalam karier pemikirannya. Belakangan ini, pembaca Indonesia mulai dapat menikmati karya-karyanya di bidang filsafat Islam, yang sesungguhnya tidak sedikit dan sama sekali tak kurang penting di banding karya-karya popular dan karier-politiknya sebagai salah seorang pejuang, pendiri, dan peletak dasar Negara Republik Islam Iran. Sesungguhnya kesan seperti ini kurang tepat. Muthahhari adalah seorang ulama-pemikir yang tahu benar tentang apa yang dipikirkan dan diperjuangkannya. Di balik puluhan karyanya itu sesungguhnya terpapar sebuah agenda besar, sebuah tujuan besar. Lebih dari itu, agenda besar itu hendak dicapainya lewat suatu metodologi yang telah dipikirkannya secara masak-masak. Tapi sebelum masuk ke dalam topik utama pembahasan makalah ini perlunya kiranya kita pahami latar-belakang intelektual Muthahhari lewat pendidikan yang dijalaninya.

Biografi Intelektual
Murid terdekat Thabathaba’i dan Khomeini ini yang lahir pada 2 Februari 1920 pertama kali belajar dari ayahnya sendiri, Muhammad Husein Muthahhari, seorang ulama terkemuka di kota-kelahirannya, Baca entri selengkapnya »





”Hanya Pembuktian Melalui Karya Nyata yang Betul-betul yang Dapat Dinilai Publik”

27 05 2008

Kesuksesan dan kemajuan biasanya memang diukur dari banyaknya keuntungan yang didapat. Tapi justru beda dengan PT.FIF (Federal International Finance), yang pada tanggal 1 Mei 2008 ini merayakan ulang tahun ke 19. Bagi PT.FIF, seperti dituturkan Tirta Setiadharma, yang kini menjabat Corporate Secretary & Communication PT.FIF Jakarta, bahwa kesuksesan dan kemajuan sangat bernilai bila diiringi dengan kepedulian terhadap masyarakat yang kurang beruntung atau dhuafa. Itu sebabnya, PT.FIF memberikan bantuan pendidikan, ekonomi, dan keterampilan hidup lainnya bagi masyarakat dhuafa. Ya tentu ini bentuk pertanggungjawaban sosial PT.FIF terhadap masyarakat Indonesia.

Untuk mengetahui bagaimana kiprah PT.FIF dalam melaksanakan program-program sosial dan pendidikannya di masyarakat, maka pada Jumat, 18 April 2008, di Gedung AMDI-B, Jalan Gaya Motor Raya No.8 Sunter II, Jakarta, AHMAD SAHIDIN dari Majalah Swadaya mewawancarai TIRTA SETIADHARMA. Berikut ini kutipannya:

Bisa diceritakan profil singkat PT.FIF dan kiprahnya dalam kepedulian sosial?
PT.FIF (PT.Federal International Finance) ini tanggal 1 Mei 2008 ulang tahun yang ke 19. Selain bisnis, ada juga kegiatan responsibility karena mengacu pada Catur Dharma Astra, yaitu bermanfaat bagi bangsa dan negara. Ini yang penting dan dijabarkan seluruh Astra Group seperti kepedulian terhadap lingkungan, kepedulian sosial di masing-masing tempat di mana kantor FIF atau Astra Group berada. Jadi sebagai pertanggungjawaban sosial dari perusahaan, FIF tahun terakhir ini fokus pada pendidikan. Jadi dana yang telah dibuat disetujui pimpinan untuk alokasi dunia pendidikan, dann ada juga bidang-bidang yang lain seperti kegiatan donor darah, pelayanan kesehatan. Kita banyak kegiatannya. Hanya untuk yang sampai skala nasional yang keseluruhan, misalnya penghijauan hutan, belum dilakukan. Tetapi penanaman pohon di beberapa tempat, itu sudah dilakukan. Baca entri selengkapnya »





Konsep Teologi Menurut Murthada Muthahhari

8 05 2008

Oleh RAMLAN A. SATORI

Murthada Muthahhari (1919-1979) adalah seorang pakar pemikir Islam di abad ini. Kejeniusannya tampak dari karya-karya yang dilahirkannya beberapa aspek keislaman, yang meliputi maslah-masalah tasawuf (‘irfan), filsafat, teologi, logika, fiqh (Juriprudensi Islam), ushul fiqh (Dasar-dasar jurisprudensi Islam ), etika, agama, sosial, sejarah, dan lain-lain. Walaupun pokok-pokok tulisannya tampak sama sekali berlainan, namun semuanya itu satu tujuan akhir, yakni Islam.

Sebelum membahas pemikiran Muthahhari terutama di bidang teologi, terlebih dahulu kita akan pertanyakan, apakah pemikiran-pemikiran Muthahhari itu bercorak filosofis, teologis, ataukah bersifat emosional? Apabila kita sempat meneliti sebagian besar karyanya, akan segera terlihat bahwa dia mementingkan masalah filsafat. Hal ini tidaklah asing bagi Muthahhari, karena memang sejak usia muda telah mengagumi para filosof, teolog, dan sufi.

Dalam mengantarkan bukunya, Al-Adl Al-Ilahiy, Murthada Muthahhari menjelaskan keunggulan argumen demonstratif dalam menjawab masalah keadilan Tuhan ketimbang argumen lainnya, dan hal ini demikian padat ditemukan dalam disiplin ilmu filsafat. Malahan di banyak karyanya, tampak jelas kecakapan intelektualnya dalam menyajikan pandangan dunia Islam tentang berbagai masalah dengan uraian filosofisnya yang sistematis.

Dalam bukunya Muthahhari Fundamentals of IslamicThought, Hamid Algar dalam Kata Pengantarnya Baca entri selengkapnya »