<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Murthada Muthahari: Dari Filsafat Islam Hingga Marxisme</title>
	<atom:link href="http://altanwir.wordpress.com/2008/05/07/murthada-muthahari-dari-filsafat-islam-hingga-marxisme/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://altanwir.wordpress.com/2008/05/07/murthada-muthahari-dari-filsafat-islam-hingga-marxisme/</link>
	<description>ahmad sahidin</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Oct 2009 14:34:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: malaikat juga (SEKOLAH PERSAMAAN SMK) tau</title>
		<link>http://altanwir.wordpress.com/2008/05/07/murthada-muthahari-dari-filsafat-islam-hingga-marxisme/#comment-142</link>
		<dc:creator>malaikat juga (SEKOLAH PERSAMAAN SMK) tau</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jan 2009 19:03:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://altanwir.wordpress.com/?p=129#comment-142</guid>
		<description>[...] Murthada Muthahari: Dari Filsafat Islam Hingga Marxisme Untuk mempelajari filsafat Barat, pelajari langsung dari sumbernya. Dengan begitu, umat Islam bisa mengeritik karena menguasai keseluruhan ilmu filsafat. Ini yang membuat Ayatollah Murtadha Mutahhari kemudian mempelajari filsafat Marxisme. Kendati, ia juga mempelajarinya dari sumber sekunder alias buku-buku terjemahan. Ayatollah Murthadha Muthahhari seolah jauh lebih aktif setelah wafatnya. Buku-buku yang beredar saat ini, menurut Haidar [...]     Posted by bebas Uncategorized  Subscribe to RSS feed [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Murthada Muthahari: Dari Filsafat Islam Hingga Marxisme Untuk mempelajari filsafat Barat, pelajari langsung dari sumbernya. Dengan begitu, umat Islam bisa mengeritik karena menguasai keseluruhan ilmu filsafat. Ini yang membuat Ayatollah Murtadha Mutahhari kemudian mempelajari filsafat Marxisme. Kendati, ia juga mempelajarinya dari sumber sekunder alias buku-buku terjemahan. Ayatollah Murthadha Muthahhari seolah jauh lebih aktif setelah wafatnya. Buku-buku yang beredar saat ini, menurut Haidar [...]     Posted by bebas Uncategorized  Subscribe to RSS feed [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: UJIAN PERSAMAAN SLTP UJIAN PERSAMAAN SLTA UJIAN PERSAMAAN MADRASAH UJIAN PERSAMAAN STM</title>
		<link>http://altanwir.wordpress.com/2008/05/07/murthada-muthahari-dari-filsafat-islam-hingga-marxisme/#comment-135</link>
		<dc:creator>UJIAN PERSAMAAN SLTP UJIAN PERSAMAAN SLTA UJIAN PERSAMAAN MADRASAH UJIAN PERSAMAAN STM</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 10:39:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://altanwir.wordpress.com/?p=129#comment-135</guid>
		<description>[...] Murthada Muthahari: Dari Filsafat Islam Hingga Marxisme Untuk mempelajari filsafat Barat, pelajari langsung dari sumbernya. Dengan begitu, umat Islam bisa mengeritik karena menguasai keseluruhan ilmu filsafat. Ini yang membuat Ayatollah Murtadha Mutahhari kemudian mempelajari filsafat Marxisme. Kendati, ia juga mempelajarinya dari sumber sekunder alias buku-buku terjemahan. Ayatollah Murthadha Muthahhari seolah jauh lebih aktif setelah wafatnya. Buku-buku yang beredar saat ini, menurut Haidar [...] [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Murthada Muthahari: Dari Filsafat Islam Hingga Marxisme Untuk mempelajari filsafat Barat, pelajari langsung dari sumbernya. Dengan begitu, umat Islam bisa mengeritik karena menguasai keseluruhan ilmu filsafat. Ini yang membuat Ayatollah Murtadha Mutahhari kemudian mempelajari filsafat Marxisme. Kendati, ia juga mempelajarinya dari sumber sekunder alias buku-buku terjemahan. Ayatollah Murthadha Muthahhari seolah jauh lebih aktif setelah wafatnya. Buku-buku yang beredar saat ini, menurut Haidar [...] [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
