Dr.H.Afif Muhammad, MA: ‘Introspeksi Diri Dulu, Baru Bisa Hijrah’

24 04 2008

Perubahan dalam Islam adalah sebuah tuntutan. Bertambah hari, kondisi seseorang harus bertambah baik, bukan sebaliknya. Dalam kaca mata Direktur Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Dr H Afif Muhammad, MA, hijrah menuju keadaan lebih baik mutlak dilakukan oleh setiap Muslim.

Mesti gampang diucap, hijrah dalam terminologi ini memerlukan perjuangan. Untuk itu, Afif memberikan resep sederhana, yaitu introspeksi diri. ”Mulailah dengan mengevaluasi hal-hal kecil yang dilakukan tiap hari,” ujarnya berbagi resep. Kepada wartawan Republika, Sandy Ferdiana, Afif mengurai tentang semangat hijrah. Berikut ini petikannya:

Apa arti hijrah menurut Anda?

Hijrah merupakan pergantian tahun di Islam. Hijrah juga dapat diartikan sebuah perpindahan dari satu tempat atau kondisi ke tempat dan kondisi lain. Namun, perpindahan hijrah yang dimaksud dalam versi Islam, yakni perpindahan dari sesuatu yang kurang bagus menjadi bagus. Dengan kata lain, hijrah di sini dapat diartikan sebagai perubahan pada seseorang, dari yang berakhlak kurang baik menjadi lebih baik. Bagi seorang Muslim, perubahan itu merupakan sebuah tuntutan. Akan sia-sia bila seseorang tidak mengalami perubahan dalam kehidupannya.

Makna hijrah sendiri seperti apa?

Dengan hijrah, maka seseorang akan diantarkan pada jalan yang diridhai Allah SWT. Artinya, bila seseorang menjalankan hijrah, maka akan selalu dilindungi oleh kekuasaan Allah SWT. Asalkan, dalam hijrah tersebut kita dibekali oleh keimanan. Rasulullah pun hijrah dari Mekkah ke Madinah tidak berbekal apa-apa selain akidah dan keimanan. Maka dari itu, tidak heran bila Rasul kerap mendapat wahyu dari Allah SWT saat menjalankan hijrah. Dari peristiwa itu, terdapat pesan bila kita harus menjadi umat yang semakin membaik. Baca entri selengkapnya »